Beranda / Berita / Aceh / Curhat Alfia, Calon Isteri Herry

Curhat Alfia, Calon Isteri Herry

Selasa, 11 Juni 2019 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Fajrizal
Alfia (28), calon isteri Almarhum Herry. [Foto: Fajrizal]

DIALEKSIS.COM | Bireuen - Kepergian Herry, PNS bekerja di KIP Pidie Jaya yang disebut-sebut tenggelam saat memancing di kawasan perbukitan Lhok Brok Krueng Meureudu Pidie Jaya  pada hari Kamis (16/5/2019) tak hanya meninggalkan misteri bagi keluarga, tapi juga meninggal kisah percintaan sangat lama yang sudah mereka bina bagi calon isteri Herry.

Alfia (28) adalah wanita pujaan hati almarhum Herry. Mereka rencana akan menikah usai lebaran hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah ini.

"Rencana kami, usai Hari Raya Idul Fitri ini. Pada lebaran ke-20, kita tunangan dan nikah sekalian. Kami sudah recana sama almarhum," kisah Alfia, Senin (10/6/2019) kepada Dialeksis.com saat ditemui di Gampong Ruseb Ara Kecamatan Jangka.

Diakui Alfia mereka sudah sangat lama berpacaran. Sebuah ikatan cinta antara almarhum Herry dan Alfia sudah dibangun sejak tahun 2006. 

Sampai sekarang sudah 2019 hubungan mereka akan berujung ke pelaminan, Namun takdir Allah berkata lain. Herry duluan menghadap Illahi.

"Selama almarhum tugas di Pijay kami selalu membangun komunikasi  melalui Hp maupun pesan WhatsApp," kata Alfia lagi.

Baca jugaKematian Pegawai KIP Pidie Jaya, Dibunuh atau Tenggelam?

Pertemuan akhir antara Alfia dan Herry dihari Meugang kecil menjelang bulan puasa saat Herry mengisi hari libur pulang ke kampung di Ruseb Ara Kecamatan Jangka. Setelah pertemuan tersebut karena disebabkan persiapan Pleno Pemilu, Alfia intens membangun komunikasi lewat telepon maupun pesan WhatsApp.

"Almarhum selalu membangunkan saya saat sahur lewat komunikasi telepon maupun WA. Saya juga sebaliknya membangunkan almarhum saat sahur," cerita tunangan almarhum Herry.

Diceritakan Alfia satu hari menjelang Herry meninggal. Ia gundah dan gelisah lantaran pesan WhatsApp yang ia kirim tak kunjung dibalas. 

Ini sangat berbeda dengan hari-hari biasa yang mereka jalani. Kalau hari biasa Herry selalu memberitahukan kabar, meski Herry sibuk. Pasti ada balasan pesan yang Alfia terima.

Baca jugaPolisi: Kematian Herry Masih Diselidiki

"Karena pesan yang saya kirim sejak pagi tak ada balasan. Saya memilih telepon. Ketika saya telepon Hp tidak aktif. Membuat hati saya gundah. Akhirnya saya menelpon kawan dekat Herry," ungkap Alfia.

Saat mendapatkan kabar bahwa Herry sudah dinyatakan hilang di sungai, ia memberitahukan informasi tersebut kepada kakak Herry. Sesaat kemudian keluarga langsung bergerak ke Pijay.

Kini Alfia tinggal bersama keluarga  di Gampong Barat Lanyan menjalani hidup. Ia untuk saat ini lebih memilih hidup sendiri sambil mendapatkan sosok pria yang baik seperti Herry. (Faj)


Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda